Banyak
perusahaan di dunia yang menerapkan CRM sejak pertama kali ditemukan. Salah
satunya adalah Eli Lilly & Company, sebuah perusahaan farmasi yang
mengimplementasikan penggunaan sales-force automation, call center dan
beberapa aplikasi software dari Siebel untuk mendukung usahanya dalam
rangka memperkenalkan merek produk obat yang dipasarkan. Menurut Roy Dunbar, Chief
Information Officer perusahaan Eli Lilly & Company, pasien yang pernah
menggunakan mereknya dulu terbiasa menghubungi dokter pribadinya. Tetapi
sekarang ia dapat menghubungi perusahaan melalui telpon untuk memperoleh
informasi lebih lanjut mengenai produk dan merek produknya. Dengan adanya
sistem CRM, Lilly memanfaatkan layanan call center untuk menjalin
hubungan yang lebih erat dengan pelanggannya.
Penerapan
CRM dalam perusahaan farmasi juga mampu mendongkrak penjualan dan meningkatkan
hubungan dengan relasi yang paling dasar. Dengan CRM, perusahaan obat-obatan
akan mampu mengidentifikasi dokter mana yang proaktif dengan tenaga pemasarnya,
mengkalkulasi pendapatan potensial yang diperoleh dari hubungannya dengan para
dokter tersebut, menjalin hubungan yang lebih erat dengan para dokter yang
merekomendasikan obatnya kepada pasien. Kos Pharmaceutical Inc., sebuah
perusahaan farmasi yang memproduksi obat untuk penyakit jantung koroner dan
paru-paru, telah mengimplementasikan CRM pada 2003 dengan 500 tenaga
pemasarannya. Staff pemasarannya bertumbuh dan mempunyai komunikasi yang lebih
baik antara mereka, khususnya ketika mereka mengunjungi dokter yang sama. Para
dokter merasa nyaman karena ternyata tenaga pemasaran yang berbeda ini mampu
memberikan informasi yang berkesinambungan.
Lebih
lanjut, perusahaan computer Hewlett-Packard (HP) menerapkan bermacammacam software
CRM secara besar-besaran pada semua saluran distribusi perusahaannya dengan
menggunakan eBusiness Applications package dari Siebel Systems, Inc.
Sistem ini mampu mengkonsolidasikan saluran distribusi penjualannya secara
langsung maupun tak langsung, termasuk ribuan direct-sales representatives,
marketing professionals, contact-center representatives, partner resellers.
Proyek ini mampu mengintegrasikan 50.000 pengguna sistem. Hewlett-Packard
berharap mampu memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dari berbagai saluran
distribusinya dengan adanya system ini sehingga mampu meningkatkan efisiensi
operasionalnya, menghemat puluhan juta dolar. HP juga memanfaatkan CRM database
dengan mengirimkan customized e-newsletter kepada para pelanggannya
untuk menginformasikan produkproduk terbarunya dan memberikan solusi atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai layanan yang sering diajukan oleh pelanggannya. Newsletter
ini ternyata mampu meningkatkan penjualan produk baru HP serta mengurangi
panggilan telpon ke service center. Program email yang efektif
mampu memberikan informasi yang berguna dan diperlukan dengan tepat waktu.
Database
CRM juga berguna bagi pelanggan
perusahaan. Sebagai contoh, Forrester Reasearch melakukan riset pasar terhadap
bermacammacam industry dan kemudian menjual hasil riset pasarnya kepada publik.
Pelanggan yang mengakses website Forrester dan menginginkan industri dan
topik yang dipilih dapat mendaftar. Selanjutnya Forrester akan mengirimkan email
secara regular dengan data yang diperbarui seperti yang pelanggan inginkan.
Perusahaan-perusahaan lain di dunia yang menerapkan CRM antara lain Audi AG,
sebuah perusahaan otomotif di Jerman. Selain itu ada Brother International,
sebuah perusahaan elektronik milik Jepang, yang berbasis di Amerika dengan
1.200 karyawan dan memperoleh pendapatan lebih dari US$ 1 milyar. Berikutnya
adalah Adidas Salomon AG yang merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan
dan perlengkapan olah raga dengan 14.700 karyawan dan pendapatan sekitar 6,5
milyar Euro
Dengan
CRM, perusahaan mampu meningkatkan usaha pemasaran dengan memanfaatkan database
yang ada, termasuk produk atau jasa yang pernah dibeli oleh pelanggan
sebelumnya dan informasi mengenai segmentasi pasar lainnya. Sebuah perusahaan
jasa reparasi mobil, misalnya, akan menyimpan database mengenai
penggantian oli pelanggannya. Berdasarkan data ini, perusahaan dapat mengirimkan
postcard untuk mengingatkan kapan waktunya pelanggan melakukan
pergantian oli kendaraan berikutnya. Demikian juga seorang penjual bunga dapat
menggunakan database pelanggannya untuk menelpon dan memberikan tawaran
khusus (special offer) atas produknya untuk Mother’s Day atau
Valentine’s Day. Perusahaan yang memanfaatkan
internet
untuk kegiatan operasionalnya memperoleh keuntungan tersendiri dengan
pendekatan database ini. Mereka mampu berkomunikasi dengan pelanggannya
melalui website atau email; dan ini berarti bahwa keseluruhan
usaha yang dilakukan bukan hanya untuk membidik target tertentu tetapi juga
karena beayanya sangat murah. Selain itu, pelanggan juga mudah menjawab dan
merespon dengan mudah dan cepat. Amazon.com juga memanfaatkan CRM. Ketika
seorang pelanggan hendak memesan buku, sistem CRM Amazon.com pada website-nya
merekomendasikan buku-buku terkait yang pernah dibeli oleh pelanggan-pelanggan lainnya.
Hong
Kong’s Mevas Bank, sebuah perusahaan perbankan di Hong Kong juga menerapkan
CRM. Ketika pertama kali menerapkan CRM, Bank ini tidak mempunyai sebuah
cabangpun. Pelanggan hanya dapat melakukan transaksi secara on line melalui
website. Staff Bank berada di tempat untuk menjawab pertanyaan melalui website
dan melayani permintaan investasi secara on line. Web sebagai
media bagi nasabah untuk melakukan berbagai transaksi (personal banking
tools), sedangkan Mevas Bank hanyalah sebagai tempat bertatap muka.
CRM
sangat cocok untuk perusahaan asuransi dimana perusahaan dapat memberikan
layanan yang sifatnya personal kepada pelanggannya dengan memberikan kesempatan
pada agen-agennya untuk memberikan nilai layanan yang sesuai dengan kebutuhan
masingmasing pelanggannya. Di sisi lain pelanggan juga mempunyai banyak pilihan
untuk berinteraksi dengan perusahaan asuransi baik para agen, secara on line
(melalui website) atau langsung datang pada perusahaan.
ING
Group NV di Amerika juga menggunakan CRM dengan meningkatkan pelatihan dan
motivasi pada karyawannya. Menurut Dave Lewis, Kepala Bagian Marketing and
Technology, seringkali orang menciptakan teknologi canggih tetapi mereka
melupakan orang-orang yang membuat teknologi itu menjadi berbeda. Teknologi yang
canggih tidak akan mempunyai arti jika orangorang yang mengoperasikan teknologi
itu tidak dapat memberikan layanan yang berbeda karena dengan perbedaan inilah
yang menjadi keunggulan bersaing sebuah perusahaan.
Di
Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang menerapkan CRM mulai dari
industri perbankan seperti BCA (www.klickbca.com), operator selular XL
(www.xl.co.id), industri makanan dan minuman Nestle (www.id.nestle.com).
Melalui website BCA ini, pelanggan dapat mengakses data yang diperlukan,
misalnya produk perbankan, transaksi nilai jual beli valuta asing, dll.
Sedangkan di website XL, pelanggan dapat mengakses produk dan layanan celular
mobile telephone. Yang terakhir melalui website Nestle, pelanggan
dapat memperoleh informasi produk terbaru Nestle dan bergabung dalam kolom
’Sahabat Nestle’ sebagai sarana untuk menjalin hubungan antara perusahaan
dengan pelanggan.
Contoh
lainnya adalah penerapan CRM di dunia pendidikan yaitu Universitas Kristen
Petra, Surabaya. Melalui website Universitas Kristen Petra/UKP (www.petra.ac.id),
pelanggan dapat mengakses berbagai informasi secara on line. Untuk
kalangan eksternal, calon mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai
fakultas dan jurusan yang ada di UKP serta status akreditasinya, agenda
universitas seperti penerimaan mahasiswa baru, kegiatan intern dan ekstern
universitas. Selain itu mereka juga dapat mengakses pengumuman penerimaan
mahasiswa baru secara on line ataupun melalui telpon serta tak perlu
datang berduyun-duyun ke UKP dan membuat kepadatan di Jl. Siwalankerto. Data
perpustakaan seperti buku-buku koleksi dan tandon, jurnal, tugas akhir juga ada
di website ini. Mahasiswa juga dapat melakukan perwalian dan melihat
data Kartu Rencana Studi/ KRS, Kartu Hasil Studi/ KHS, kredit point melalui
internet. Sedangkan untuk kalangan internal, pejabat, dosen dan karyawan
mempunyai wadah untuk berkomunikasi melalui email groups (petrastaff). Di
sini mereka bisa melakukan komunikasi internal dua arah antar staf pengajar
maupun pendukung dan pejabat yang bersangkutan secara on line. Dosen
wali juga dapat mengakses portfolio mahasiswa dan berkomunikasi melalui web ini.
Belum ada tanggapan untuk "Aplikasi CRM dalam Industri Manufaktur dan Jasa"
Posting Komentar