Fatofisiologi
Peningkatan volume darah dan curah jantung yang progresif selama kehamilan menyebabkan peningkatan volume regurgitasi. Bagaimanpun perubahan fisiologik kehamilan seperti takikardi dan penurunan tahanan sistemik perifer akan meningkatkan stroke volume dalam pengompensasi adanya volume darah yang balik ke jantung.
Terdiri dari :
Mitral Regurgitasi
Presentasi k$linik
Pada umumnya regurgitasi katup dapat menoleransi kehamilan dengan baik. Karena kondisi penyakitnya kronis, terjadi dilatasi ventrikel kiri dan fungsi ventrikel kiri yang terkompensasi mitral regurgitasi pada perempuan usia muda lebih sering disebabkan oleh prolap katup mitral dan biasnya bertoleransi baik selama kehamilan.
Komplikasi gagal jantung kiri pada kasus-kasus regurgitasi (flaksi ejeksi < 40%), terminasi kehamilan didi harus dipertimbangkan karena dapat memperburuk gagal jantungnya selama kehamilan.
Beberapa obat medikamentosa yang diperlukan sewaktu tidak hamil dapat menimbulkan resiko pada janin bila dikonsumsi selama kehamilan, tetapi bila manfaat untuk ibu lebih besar dari pada resiko, maka obat-obat tersebut dapat tetap diberikan.
Aorta Regurgitasi
Presentasi Klinik
Gejala yang berat atau gagal jantung kongesti jarang dijumpai. Interpretasi klinik derajat aorta regurgitasi dapat sulit ditentukan karena pada kehamilan terjadi peningkatan isi sekuncup jantung yang menyebabkan nadi yang besar,walau tidak ada penyakit jantung.
Prinsip Penatalaksanaan
Aorta regurgitasi yang disertai perburukan fungsi ventrikel kiri diprediksi akan menimbulkan hasil yang buruk dari kehamilannya. Penggunaan obat penghambat ACE harus dihentikan selama kehamilan dan dapat diberikan nitrat dan penghambat kalsium. Isolated aortic regurgitation biasanya diberikan vasolidator dan diuretic. Bila terdapat komplikasi gangguan fungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi < 40%) dilakukan terminasi dini karena kehamilan akan memperburuk gagal jantungnya.
Kelainan hematologik dalam kehamilan oleh karenanya tidak dapat dipandang sebagai satu kelompok yang dapat diderita oleh ibu hamil,tetapi merupakan kumpulan bebagai jenis penyakit darah yang dapat berdiri sendiri atau saling terkait satu sama lain. Selain itu, banyak komplikasi kehamilan yang dahuulu tidak di anggap penyakit darah, sekarang diketahui memiliki patogenesis yang terkait dengan darah.
Dalam kelainan hematologikakan dibahas tiga kelompok besar kelainan hematologik dalam kehamilan, yaitu anemia, pendarahan karena defek system pembekuan, dan trombofilia ( pembentukan pembekuan darah abnormal). Maupun di dalam kelainan terdapat (acquired).
Pada kehamilan kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu peningkatan produksi eritropoieti. Akibatnya, volume plasma bertambah dan sel darah merah (eitrosit) meningkat. Namun, peningkatan volume plasma terjadi dalam proporsi yang lebih besarjika dibandingkan dengan peningkatan erittrosit sehinga terjadi penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb) akibat hemodilusi.
Anemia secara praktis didefinisikan sebagai kadar Ht, konsentrasi Hb, atau hitung eritrosit di bawah batas “normal”. Namun, nilai normal yang akurat untuk ibu hamil sulit dipastikan karena ketiga parameter laboratorium tersebut bervariasi selama periode kehamilan. Umumnya ibu hamil dianggap anemik jika kadar hemoglobin di bawah 11 g/dl atau hematokrit kurang dari 33%.
Penyebab anemia tersering adalah defisiensi zat-zat nutrisi. Seringkali defisiensinya bersifat multiple dengan manifestasi klinik yang disertai infeksi, gizi buruk, atau kelainan herediter seperti mohoglobinopati10. namun, penyebab mendasar anemia nutrisional meliputi asupan yang tidak cukup, absorbsi yang tidak adekuat, bertambahnya zat gizi yang hilang, kebutuhan yang berlebihan dan kurangnya utilisasi nutrisi hemopoietik.
Anamie defisiensi merupakan tahap defisiensi besi yang paling parah, yang ditandai oleh penurunan cadangan besi, konsentrasi besi serum, dan saturasi transferi yang rendah, dan konsentrasi hemoglobin atau nilai hematokrit yang menurun. Pada kehamilan, hilangnya zat besi terjadi akibat pengalihan besi maternal ke janin untuk eritropoiesis, kehilangan darah pada saat persalinan, dan laktasi yang jumlah keseluruhannya dapat mencapai 900 mg atau setara dengan 2 liter darah. Oleh karena sebagian besar perempuan mengawali kehamilan dengan cadangan besi yang rendah, maka kebutuhan tambahan ini berakibat pada anemia defisiensi besi12.
Definisi asam folat
Pada kehamilan, kebutuhan asam filat meningkat lima sampai sepuluh kali lipat karena transfer folat dari ibu ke janin 20 yang menyebabkan dilepasnya cadangan folat maternal21. peningkatan lebih besar bias terjadi karena kehamilan multiple, diet yang buruk, infeksi, adanya anemia hemolitik atau pengobatan antikonvulsi. Kadar estrogen dan progesterone yang tinggi selama kehamilan tampaknya memiliki efek penghambatan terhadap absorbsi folat. Defisiensi asam folat oleh karenanya sangat umum terjadi pada kehamilan dan merupakan penyebab utama anemia megaloblastik pada kehamilan22.
Anemia tipe magaloblastik karena defisiensi asam folat merupakan penyebab kedua terbanyak anemia defisiensi zt gizi. Anemia megaloblastik adalah kelainan yang disebabkan oleh gangguan sistesis DNA dan ditandai dengan adanya sel-sel megaloblastik yang khas untuk jenis anemia ini23. selain karena defisiensi asam folat, anemia megaloblastik juga bias terjadi karena defisiensi vitamin B12 (kobalamin). Folat dan turunannya fomil FH4 penting untuk sintesis DNA yang memadai dan produksi asam amino. Kadar asam folat yang tidak cukup dapat menyebabkan manifestasi anemia megaloblastik.
Gejala-gejala defisiensi asam folat sama dengan anemia secara umum ditambah kulit yang kasar dan glositis. Pada pemeriksaan apusan darah tampak precursor eritrosit secara morfologis lebih besar (makrositik) dan perbandingan inti-sitoplasma yang abnormal juga normokrom.
Anemia aplastik
Ada beberapa laporan mengenai anemia aplastik yang terkait dengan kehamilan, tetapi hubungan antara keduanya tidak jelas. Pada beberapa kasus, yang terjadi adalah eksaserbasi anemia aplastik yang telah ada sebelumnya oleh kehamilan dan hanya membaik setelah terminasi kehamilan31,32. pada kasus-kasus lainnya, aplasia terjadi selama kehamilan dan dapt kambuh pada kehamilan berikutnya33. terminasi kehamilan atau persalinan dapat memperbaiki fungsi sumsum tulang, terapi meliputi terminasi kehamilan efektif, terapi suportif, imunosupresi, atau transplantasi sumsum tulang setelah persalinan.
Belum ada tanggapan untuk "Penyakit Jantung Katup Kiri Regurgitasi "
Posting Komentar