Trombofolia adalah sekelompok kelainan pada darah yang memicu pembentukan bekuan darah (trombosis). Kwadaan ini dapat terjadi karena kelebihan factor-faktor pembekuan darah (prokoagulan) atau kekurangan factor-faktor yang menghambat pembekuan darah atau memecah bekuan darah (fibrinolisis). Trombofilia dapat terjadi karena kelainan herediter (hereditary thrombophillia) atau kelainan yang didapat (acquired thrombophillia). Kedua bentuk trombofilia ini telah terbukti dengan berbagai peristiwa trombotik dalam kehamilan.
Banyak bukti menunjukkan bahwa perempuan penderita trombofilia memiliki peningkatan resiko tromboemboli vena dan komplikasi vascular lainnya dalam kehamilan seperti keguguran, preeklampsia dan pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth restriction (IUGR)71. peneliti lain mendapatkan bahwa 65% ibu hamil yang mengalami preeklampsia, IUGR, lahir mati yang tidak jelas penyebabnya atau abruption placentae ternyata memiliki suatu bentuk trombofolia baik herediter maupun didapat72.
Tromboemboli Vena Dalam Kehamilan
Resiko tromboemboli vena (VTE) dalam kehamilan kira-kira enam kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan dalam masa kehamilan dan nifas. Emboli paru (PE) terjadi pada sekitar 16% penderita dengan trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) yang tidak diterapi dan tidak merupakan penyebab kematian maternal tersering73. resiko DVT pada kehamilan adalah 0,05% sampai 1,8% dan lebih tinggi pada ibu hamil yang memiliki riwayat VTE.
Factor-faktor resiko terjadinya VTE pada ibu hamil meliputi obstruksi aliran vena oleh uterus yang membesar, atonia vena karena pengaruh hormonal75, dan perubahan protrombotik didapat yang trjadi pada protein-protein hemostatik.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "TROMBOFOLIA DALAM KEHAMILAN"
Posting Komentar