Ada banyak cara untuk
memulai pengembangan lesson study di suatu lembaga pendidikan. Demikian juga
langkah-langkah atau tahapan melaksanakan lesson study juga ada variasi menurut
pendapat satu ahli dengan yang lainnya. Sebagai contoh Lewis (2002) menyarankan
ada enam tahapan dalam awal mengimplementasikan lesson study.
Tahap
I : Membentuk kelompok lesson study, yang anatara lain berupa kegiatan merekrut
anggota kelompok, menyusun komitmen waktu khusus, menyusun jadwal pertemuan dan
menyetujui waktu kelompok.
Tahap
II : Memfokuskan lesson study, dengan tiga kegiatan antara lain a) menyepakati
tema penelitian (research theme) tujuan
jangka panjang bagi murid, b) memilih cakupan materi, c)vmemilih unit
pembelajaran dan tujuan yang disepakati.
Tahap
III : Merencanakan rencana pembelajaran (reserch lesson), yang meliputi
kegiatan melakukan pengkajian pembelajaran yang telah ada, mengembangkan
petunjuk pembelajaran, meminta masukan dari ahli dalam bidang study dari luar
(dosen atau guru lain yang berpengalaman).
Tahap
IV : Melaksanakan pembelajaran dikelas dan mengamatinya (observasi). Dalam hall
ini pembelajaran dilakukan oleh salah seorang guru anggota kellompok dan
anggota yang lain menjadi observer. Observer tidak diperkenenkan melakukan
introduksi terhadap jalannya pembelajaran baik kepada guru maupun kepada siswa.
Tahap
V : Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran, yang telah dilaksanakan.
Diskusi dan analisis sebaiknya mencakup butir-butir : refleksi oleh instruktur,
informasi latar belakang anggota kelompok, presentasi dan diskusi data-data
dari observer pembelajaran, diskusi umum, komentar dari ahli luar, ucapan
terima kasih.
Tahap VI :
Merefleksi pembelajarn dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya. Pada tahap ini
anggota kelompok diharapkan berpikir tentang apa yanhg harus dilakukan
selanjutnya. Apakah berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pembelajaran ini menjadi lebuh bauk ?,
apakah akan mengujicobakan di kelas masing-masing ?, dan anggota kelompok sudah
puas dengan tujuan-tujuan lesson study dan cara kerja kelompok ?
Sementara itu, Richarson (2006) menuliskan ada 78
tahap atau langkah yang termasuk dalam lesson study, yakni :
Tahap 1 : membentuk sebuah tim
lesson study.
Tahap 2 : memfokuskan lesson study.
Tahap 3 : merencanakan rencana
pemebellajaran (lesson study).
Tahap 4 : persiapan untuk
observasi.
Tahap 5 : melaksanakan pengajaran
dan observasi.
Tahap 6 : melaksanakan Tanya jawab
/ diskusi pembelajaran.
Tahap 7 : melakukan refleksi dan
merencanakan tahap selanjutnya.
PELAKSANAAN (DO)
ü Pelaksanaan pembelajaran
ü Pengamatan oleh rekan sejawat
|
|
PERENCANAAN (PLAN)
ü Penggalian akademik
ü Perencanaan pembelajaran
ü Penyiapan alat-alat
|
|
Selain pendapat Lewis dan Rhicarson diatas sebenarnya masih
ada beberapa pendapat dari ahli lainnya, yang juga menunjukkan adanya variiasi
langkah tahapan. Dalam praktiknya di Indonesia melalui program IMSTEP dan
SISTEMS JICA kegiatan inti dari lesson study hanya ada tiga tahap, yakni perencanaan
(plan), pelaksanaan pembelajaran (do) dan refleksi (see), sebagaimana yang
dikemukakan oleh Saito (2005).
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
REFLEKSI
(SEE)
Refleksi dengan
teman sejawat
|
|
|
|
 |
|
|
|
 |
|
|
|
|
 |
Gambar 2.1 : Daur lesson study yang terorientasi pada praktik
(Saito, 2005).
Berikut akan diuraikan langkah-langkah pengembangan lesson study yang
disarankan berdasarkan pengalaman tiga universitas perintis lesson study.
A. Membentuk kelompok atau tim lesson study
Kegiatan lesson study adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok
dosen atau guru, dan bukan kegiatan individual. Ertinya dalam melaksanakan
kegiatan lesson study melibatkan banyak orang di suatu lembaga pendidikan. Oleh
karena itu perlu dilakukan koordinasi
antara dosen atau guru dengan pimpinan lembaga / fakultas atau sekolah. Untuk mendaptkan dukungan dari pimpinan
perlu ada kesepahaman antar tim dosen dengan pimpinan. Kooerdinasi ditingkat
fakultas (untuk pelaksanaan dikampus) dimaksudkan untuk membentuk dan
mengkoordinasikan adanya koordinator dan tim pelaksana. Berdasrkan pengalaman
mengembangkan lesson study di tiga fakkultas (pendidikan) MIPAUPI, UNY, dan UM,
untuk pelaksanaan yang lengkap lesson study diperlukan tiga tim atau satgas.
1. koordinator pelaksana lesson study di
tingkat fakultas dan ketua tim lesson study di tingkat jurusan / prodi, yang
bertgas antara lain :
a. menyusun perencanaan pelaksanaan lesson
study di tingkat fakultas dan jurusan / prodi.
b. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan lesson
study, termasuk sosialisasi kegiatan lesso study ke semua dosen fakultas serta
pelaksanaan seminar hasil-hasil lesson study.
c. Membantu pelaksnaan kegiatan lesson study
secara keseluruhan.
d. Menyusun laporan akhir pelaksanaan lesson
study secara keseluruhan.
2. tim monitoring dan evaluasi bertugas
antara lain :
- menyusun
perencanaan, jadwal, penyusunan instrumen monev.
- Melaksanakan
monev.
- Menyusun
laporan hasil monev.
- Mempresentasikan
hasil monev.
3. Tim dokumentasi bertugas antara lain :
- Menyusun
perencanaan kegiatan dokumentasi yang disesuaikan dengan jadwal
pelaksanaan lesson study pada tiap kelompok dosen.
- Merekam
kegiatan lesson study.
- Mempresentasikan
hasil rekaman pada kegiatan refleksi
- Menyusun
hasil rekaman dalam CD sebagai bahan pembelajaran.
- Mengadministrasikan
semua hasil kegiatan LS, seperti SAP, hasil observasi perkuliahan dan
refleksi, handout, jadwal kegiatan LS semua kelompok LS, rencana
pelaksanaan LS, dan sebagainya.
Setelah koordinasi di tingkat
fakultas dan pembentukan koordinator dan satgas dilaksanakan, maka tahap yang
terpenting adalah pembentukan kelompok atau tim lesson study. Pembentukan
kelompok lesson study dapat dilakukan oleh Ketua Jurusan / Prodi. Rambu-rambu
dalam pembentukan kelompok lesson study yang dapat dipertimbangkan anatara lain sebagai berikut :
a. Setiap jurusan/ program study membagi
banyaknya mata kuliah pada semester genap dan gasal menurut rumpun mata kuliah
(ilmu). Dibeberapa perguruan tinggi, seperti di FMIPA UM, rumpun tersebut
dikenal dengan istilah Kelompok Bidang Keahlian (KBK).
b. Setiap dosen sebaiknya hanya berada dalam
satu rumpun matakuliah (ilmu) untuk melaksanakan lesson study pada suatu
semester. Contoh : kelompok dosen rumpun Aljabar, kelompok dosen rumpun fisika
dasar, kelompok dosen kimia organik, dan sebagainya.
c. Setaiap dosen rumpun mata kuliah yang akan
melakukan lesson study bisa terdiri dari 3-6 dosen, bisa saja lebih tergantung
kondisi masing-masingg lembaga.
d. Jika suatu kelompok dosen yang hanya
terdiri atas dosen-dosen yunior yang
belum banyak pengalaman dalam pembelajaran sebaiknya didampingi oleh dosen
senior yang juga menguasai materi perkuliahan dalam rumpun dosen yunior.
e. Setiap kelompok dosen memilih satu atau
dua mata kuliah (tergantung pendanaan, jika diperlukan) dalam suatu rumpun,
yang akan digunakan dalam lesson study. Alasan pemilihan mata kuliah diserahkan pada kelompok dosen rumpun
tersebut. Kriteria pemilliihan mata kuliah, misalnya : mata kuliah yang
dipandang sulit bagi kebanyakan mahasiswa, mata kuliah dasar yang harus
dikuasai mahasiswa sebagai dasar untuk mempelajari mata kuliah lainnya, mata
kuliah pengembangan yang belum banyak referensinya, dan sebagainya.
f. Setiap kelompok lesson study memilih
seorang ketua tim atau koordinator pelaksana lesson study dan bertanggungjawab
kepada ketua jurusan / prodi dan koordinator lesson study tingkat fakultas.
Penanggungjawab tersebut mengadministrasi semua kegiatan lesson study sejak
perencanaan sampaidengan pelaporannya.
g. Setiap tahun, setiap dosen diusahakan
berada sekurang-kurang dalam satu kelompok dosen yang melaksanakan lesson
study, sehingga setiap dosen akan terus menerus dapat mengikuti kegiatan lesson
study. Namun jika kegiatan lesson study di fakultas tertentu masih bersifat
rintisan, pembentukan kkelomppok lesson study bisa dilakukan dalam satu atau
dua kelompok saja.
Belum ada tanggapan untuk "BAGAIMANA MENGEMBANGKAN LESSON STUDY"
Posting Komentar