Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Lesson Study.Pada prinsifnya pelaksanaan lesson study tidak boleh mengganggu jalannya perkuliahan yang rutin sesuai dengan jadwal yang disusun fakultas / jurusan. Oleh karena iitu penyususnan jadwal kegiatan lesson study dan penyususnan jadwal perkuliahan harus dilakukan secara bersamaan (integrated) melalui langkah-langkah berikut ini :
a. Dalam melakukan jadwal perkuliahan, penyusun memberi kesempatan waktu luang kepada kelompok-kelompok dosen untuk melaksanakan tatap muka pembelajaran lesson study dan waktu untuk refleksi.
b. Setiap minggu, suatu kelompok dosen memerlukan waktu untuk perencanaan, tatap muka perkuliahan dan observasi, dan kegiatan refleksi selama empat jam berturutan. Untuk tatap muka perkuliahaan mata kuliah yang ditentukan dan observasi selama dua jam dan selama dua jam berikutnya untuk kegiatan perencanaan atau refleksi.
c. Mata kuliah yang digunakan untuk lesson study oleh suatu kelompok dosen dijadwalkan sedemikian hingga semua dosen anggota kelompok tersebut bebas mengajar kecuali seorang dosen pengampu mata kuliah yang dipilih tersebut, selanjutnya dua jam berikutnya semua dosen pada kelompok tersebut bebas mengajar pula. Namun demikian dalam pelaksanaan open klas dosen observer dapat berasal dari kelompok atau mata kuliah apapun, dan jumlahnya tidak terbatas.
d. Untuk menyusun jadwal perkuliahan sekaligus jadwal lesson study setiap kelompok diperlukan informasi tambahan sebagai berikut :
1. Daftar dosen setiap kelompok lesson study untuk setiap jurusan / prodi
2. Daftar mata kuliah ya ng digunakan untuk lesson study dari setiap kelompok.
Setelah kedua langkah a dan b untuk mengawali pengembangan kegiatan lesson study seperti diatas maka langkah inti dalam kegitan lesson study adalah sebagai berikut :
C. Memfokuskan lesson study
Tiap kelompok dosen menentukan fokus lesson study yang merupakan permasalahan dalam perkuliahan. Pemiliahan fokus lesson study didasrkan pada hasil identifikasi/ observasi awal pada kelas yang akan digunakan untuk lesson study, misalnya karakteristik mahasiswa, suasana kelas, media dan alat perkuliahan yang tersedia, dan materi perkuliahan. Akan sangat menguntungkan bagi para dosen, jika pelaksaan lesson study ini diangkat sebagai penelitian tindakan kelas (classroom sction research). Berikut ini contoh tema permasalah/fokus yag kini actual perlu memperoleh perhatian.
1. Kemandirian belajar mahasiswa.
2. Pencapaian aspek kognitif pada level tinggi, yaitu analisis, evaluasi dan kreativitas.
3. Tumbuh kembangnya keberanian mengemukakan pendapat yang bertaggung jawab dan rasa percaya diri.
4. Problem solving, problem based learning, atau reality based learning.
5. Melibatkan ddalam menjawab tantangan global denagn mengembangkan potensi local.
6. ICT based learning.
7. Pengembngan proses pembelajaran yang inovatif.
8. Pengembangan materi ajar yang kontektual dengan realitas kehidupan.
9. Penerapan hasil-hasil ppenelitian yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran atau materi ajar.
10. Pengembangan konpetensi mahasiswa pada aspek afektif.
D. Merencanakan perkuliahan/pembelajaran (plan)
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan pembelajaran antara seperti diuraikan dibawah ini :
1. Tiap kelompok lesson stuudy menyusun tabel rencana kegiatan lesson study selama satu semester. Tabel rencana tersebut memuat sekuranng-kurangnya : siklus ke, hari dan tanggal (sesuai jadwal), materi perkuliahan, kegiatan (perencanaan, tatap muka perkuliahan dan observasi, refleksi), petugas (penyusun perangkat perkuliahan, seperti : SAP/ rencana perkuliahhan (RP), media, hand out, dosen yang melakukan perkuliahan, pimpinan diskusi dan keterangan. Satu siklus terdiri dari kegiatan-kegiatan perencanaan, tatap muka perkuliahan dan konservasi, refleksi.
2. Rencana lesson study yang telah disusun lengkap ini digandakan untuk peserta dan diserahkan pada koordinator lesson study fakultas/jurusan untuk keprluan monitoring dan evaluasi (monev).
3. Dari tabel rencana kegiatan lesson study tersebut tampak adanya pembagian tugas dari setiap anggota kelompok, selanjutnya berdasrkan fokus lesson study yang dipilih, disusun prangkat perkuliahan untuk siklus pertama.
4. Satuan acara perkuliahan (SAP) disusun secara lengkap yang merupakan suatu model perkuliahan sesuai dengan fokus lesson study yang telah ditetapkan. Dengan demikian, seorang pembaca SAP akan memahami dan dapat melaksanakan perkuliahan dikelasnya seperti yang dilakukan oleh penyusun SAP, baik dari segi materi ajarnya dan urutan penyajiannya.
5. Lembar observasi perkuliahan diguanakan oleh dosen pengamat untuk melakukan observasi. Pengamat ditekankan pada kegiatan belajar mahasiswa sebagai akibat dari fokus lesson study yang diberikan. Dengan demikian, lembar observasi berisi hal-hal penting dari fokus lesson study yang harus diamati. Salah satu kegagalan lesson study adalah kurang cermatnya dalam observasi kegiatan belajar mahasiswa.
6. Perangkat perkuliahan yang telah disusun oleh seorang/beberapa dosen didiskusikan bersama dalam kelompok untuk memperoleh kesepakatan dan kelayakan penerapan pada prakteh perkuliahan.
7. Jika diperlukan skenario pembelajaran / perkuliahan yyang akan ditampilkan dipresentasikan disepanjang kelompok. Ada juga perguruan tinggi tertentu yang malakukan ”peer teaching”.
Belum ada tanggapan untuk " Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Lesson Study"
Posting Komentar