1. IVFD RL 40 tetes/menit
2. Taxegram 1 gr/hari atau Ampicillin 2 gr/hr
3. Explorasi à tembus/tidak (kecuali abdomen post op tidak boleh)
4. Pasang DCà urin inisial, berapa cc?
5. Cek Hb serial
6. Cross check darah
7. RT: Nilai darah di rektum
8. Cito Operasi trauma tembus abdomen:
9. Metronidazol 3x500 mg
- Pasien <30 div="" kretainin="" nbsp="" periksa="" perlu="" sgot="" tahun="" tidak="" ureum="">
- Pasien ileus dan peritonitis
- NGT, DC infus 2 jalur
- Rehidrasi cairan 2 L s/d urine >1 cc/kgBB/jam
- Pasien dengan trauma abdomen tembusàNGT pasang
LUKA BAKAR
1. Luka Bakar Derajat I
- Yang rusak hanya epidermis
- Kulit tampak kering
- Gelembung/bula (-)
- Sakit (+) à karena ujung saraf tidak terganggu
- Sembuh dalam 5-10 hari
2. Luka Bakar Derajat II
- Yang rusak epidermis dan dermis bagian luar
- Gelembung/bula (+)
- Hiperemis bila bula pecah, pucat bila lebih dalam
- Sakit (+)
- Penyembuhan ~ sisa-sisa papila dermis
- II A : dangkal à sembuh dalam 10-14 hari
- II B : dalam à sembuh dalam 1 bulan atau
lebih
3. Luka Bakar Derajat III
- Yang rusak seluruh lapisan kulit sampai jaringan di bawahnya
- Gelembung/bula (-)
- Sakit (-) à ujung saraf sudah rusak
- Dasar luka putih, pucat à kering dalam 5-10 hari à Eschar (+) karena koagulasi protein
- Dalam 10-14 hari Eschar akan terlepas
Perhitungan luas luka bakar:
Rule of nine = kelipatan 9
· Dinyatakan dalam %
· Dewasa : rule of nine
- Kepala, muka, leher 9 %
- Dada 9 %
- Perut 9 %
- Pinggang 9 %
- Bokong 9 %
- Lengan + tangan kanan 9 %
- Lengan + tangan kiri 9 %
- Paha kanan 9 %
- Paha kiri 9 %
- Betis kanan 9 %
- Betis kiri 9 %
- Kemaluan 1 %
11 x 9 % + 1 % = 100 %
· Bayi dan anak-anak
1 Tahun
5 Tahun
Kepala
18 %
14 %
Badan
36 %
36 %
Tangan
9 % – 9 %
9 % – 9 %
Kaki
14 % – 14 %
16 % – 16 %
Telapak tangan seluas 1 %
Pembagian luka bakar:
Luka Bakar Berat (kritis)
1. LB derajat II lebih 25 %.
2. LB derajat III pada muka, tangan, dan kaki atau lebih dari 10 % di bagian tubuh yang lain.
3. LB yang disertai trauma jalan nafas, trauma luas jaringan lunak dan fraktur.
4. LB akibat listrik.
Luka Bakar Sedang
1. LB derajat II 15-25 %.
2. LB derajat III < 10 % kecuali lengan, muka, dan kaki.
Luka Bakar Ringan
1. LB derajat II < 15 %.
2. LB derajat III < 2 %
Prinsip-prinsip penanganan pertama luka bakar:
1. Bersihkan dengan air mengalir.
2. Mengurangi rasa sakit.
3. Menjaga jalan nafas.
4. Mencegah infeksi.
5. Mencegah syok.
Penanganan :
· Bila tanpa penyulit :
- Luka bakar derajat I :
tanpa obat à 7 hari
- Luka bakar derajat II dangkal :
14 hari
- Luka bakar derajat II dalam, derajat III :
harus tandur kulit à 21-30 hari
· Penyulit :
- Infeksi : kultur dan tes resistensi
- Sepsis : kuman 105/gram jaringan
Tanda-tanda : - kesadaran menurun - RR > 32 kali/menit
- febris - diuresis menurun
- tensi menurun - kulit coklat/hijau
- nadi meningkat - nanah hijau àPseudomonas
Penanganan :
1. Pertolongan Pertama
- Lakukan :
§ Jauhkan dari sumber trauma
§ Siram dengan cairan dingin
§ Tutup luka dengan kain bersih
§ Beri analgetik
§ Bebaskan jalan napas
§ Cegah infeksi
§ Bula jangan dipecahkan
§ Beri antitetanus
§ Cegah syok
- Luka bakar luas à syok
- Luka bakar derajat II/III 40 % à 4 jam kemudian à syok
- Luka bakar derajat II/III luas :
§ Fungsi usus terganggu à diberi minum à kembung à sulit bernapas
§ That’s why jangan diberi minum !!!
- Luka bakar derajat II/III < 30 % :
§ Boleh minum
§ Beri elektrolit
- Infus NaCl 0,9 % atau RL
2. Indikasi Rawat
- Luka bakar derajat II > 15 %
- Luka bakar mengenai muka, mata, telinga, tangan, kaki, genitalia, perineum, dan kulit yang menutupi persendian
- Luka bakar derajat III > 2 %
- Ada komplikasi lain
- Luka bakar derajat II > 10 % pada usia < 10 tahun dan > 50 tahun
- Luka bakar listrik, petir, bahan kimia
- Luka bakar akibat inhalasi panas
3. Tindakan
a. Pastikan airway/ventilasi baik
b. Pasang infus à resusitasi cairan
c. Pasang kateter à monitor diuresis (perjam)
d. Ukur T.N.R.S. kesadaran
e. Beri ATS/toxoid
f. Beri analgetik
g. Lakukan perawatan luka
h. Beri ATB
i. Pasang NGT
j. Luka kotor : - bersihkan luka
- lakukan debridement
- cuci dengan NaCl / savlon /
deterjen
- escharectomy
k. Luka bersih : - silver sulfa diazin (SSD)
- garamycin zalf
- sofratul
- betadin encer
- obat merah
Terapi cairan pada luka bakar :
1. Formula Evans
- H 1 : (1 cc plasma + 1 cc isotonik
kristaloid) x % luas LB x kgBB +
2000 cc D5
- H 2 : setengahnya
2. Formula Brooke
- H 1 : (0,5 cc koloid + 1,5 cc isotonik
kristaloid) x % luas LB x kgBB +
2000 cc D5
- H 2 : setengahnya
3. Formula Bexter
- H 1 : 3 cc x % luas LB x kgBB
- H 2 : 0,5 cc plasma x % luas LB x kgBB +
1,5 maintenance D5
Cara Pemberian
· ½ nya diberikan dalam 8 jam pertama
· ½ sisanya diberikan dalam 16 berikutnya
Resusitasi cairan pada luka bakar :
Ø Kebutuhan cairan = 3 ml/kgBB/% luas LB
Ø Cara pemberian :
- 8 jam pertama diberikan ½ jumlah kebutuhan cairan
- 16 jam selanjutnya diberikan ½ sisanya
Ø Cairan diberikan dari saat terjadi kebakaran
Ø Cairan RL atau Asering
Ø Contoh :
BB = 50 kg, luas LB = 40 %
Kebutuhan cairan = 3 cc x 40 % x 50 kg
= 6000 cc
o 8 jam pertama (sejak kejadian)
= 3000 cc x 15 gtt/8 x 60 menit
= 3000 cc/32 menit
= 95–96 gtt/menit (makro drip)
o 16 jam berikutnya
= 3000 cc x 15 gtt/16 x 60 menit
= 3000 cc/64 menit
= 46–47 gtt/menit (makro drip)
PERAWATAN LUKA
- Derajat Satu Þ -
- Derajat Dua Þ Cuci NaCl + Savlon
500 cc 5 cc
Sofratul à Kassa Steril (Biarkan Satu Minggu)
- Derajat Tiga Þ
Cuci NaCl 500 cc + Savlon 5 cc
Debridement tiap hari
Dermazin® / Burnazin® (Silver Sulfadiazin) tiap hari
K/P Escharectomy + Skin Graft
Belum ada tanggapan untuk "TERAPI TRAUMA TEMBUS ABDOMEN"
Posting Komentar